https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/issue/feed JURNAL KESEHATAN 2026-01-21T07:05:05+00:00 Happy Novriyanti Purwadi happypurwadi@gmail.com Open Journal Systems <p><img src="/public/site/images/admin/BANNER2.png"></p> <p>Jurnal kesehatan STIKes Banten, merupakan jurnal ilmiah peer review yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten, JKS berdiri pada tahun 2016 dengan Print ISSN 2303 - 0518 dan Online ISSN 2714-6111. JKS terbitan secara berkala dua kali setahun (Periode Februari-Juli dan Agustus-Januari). JKS dimaksudkan menyediakan gambaran penelitian asli dan berkualitas berbagai topik dalam Keperawatan, Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat.</p> <p>Tujuan jurnal ini adalah untuk berbagi mengembangkan dan memfasilitasi temuan terkait dengan bidang Keperawatan, Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi studi literatur, studi kasus, dan berbagai artikel penelitian orisinal yang berkait dengan Keperawatan, Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat</p> https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/211 PASSIVE LEG RAISING (PLR) SEBAGAI PARAMETER RESPONSIF CAIRAN DALAM PEMANTAUAN HEMODINAMIK PADA SYOK HIPOVOLEMIK: SCOPING REVIEW 2026-01-21T06:12:41+00:00 Firman Dwi Cahyo fdcfirman2@gmail.com Nunik Wijayanti rabielcute@gmail.com Yanny Trisyani Wahyuningsih yanny.trisyani@unpad.ac.id Ristina Mirwanti ristina.mirwanti@unpad.ac.id <p><strong>Abstra</strong><strong>k</strong></p> <p>Syok hipovolemik terjadi karena berkurangnya volume plasma di intravaskuler akibat kehilangan cairan yang menyebabkan penurunan volume sirkulasi darah dan cardiac output. Hal ini akan mengakibatkan penurunan perfusi jaringan dan gangguan metabolisme sel, sehingga manajemen pasien syok hipovolemik diarahkan pada pencegahan kehilangan cairan lebih lanjut dan memulihkan volume sirkulasi melalui resusitasi cairan. Tujuan dari scoping review ini adalah untuk memetakan evidence pemberian posisi Passive Leg Raise atau Passive Leg Raising (PLR) saat resusitasi cairan pada pasien syok hipovolemik sebagai parameter responsif cairan dalam pemantauan hemodinamik di Instalasi Gawat Darurat. Scoping review ini mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pencarian artikel menggunakan kata kunci melalui mesin pencarian elektronik secara online dengan empat basis data yakni Pubmed, ProQuest, Sciencedirect, dan Sage Journals dalam rentang publikasi antara tahun 2016 - 2021. Hasil review ini mengungkapkan bahwa PLR memfasilitasi percepatan dalam pemuatan cairan saat resusitasi dengan menginduksi transfer gravitasi darah vena dari kaki ke sirkulasi sentral serta meningkatkan aliran balik vena, volume sekuncup dan curah jantung yang dapat diamati dari perubahan hemodinamik selama pelaksanaannya. PLR dapat mempengaruhi hemodinamik dan sebagai metode evaluasi respon cairan pada pasien dengan syok hipovolemik.</p> <p><strong>Kata Kunci:&nbsp;cairan; gawat darurat; hemodinamik; hipovolemi, passive leg raise/raising</strong></p> 2026-01-21T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/215 HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN KATEGORI STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS X TAHUN 2024 2026-01-21T06:12:42+00:00 Hanny Desmiati hanny.decmiati@gmail.com Anggi Septiani hannydesmiati@gmail.com Nita Ratna Dewanti nitadewanti@yahoo.com Pantja Wibowo hannydesmiati@gmail.com Mardi Yana mardiyanasetiawan@gmail.com <p><strong>Pendahuluan</strong>: Status gizi balita adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang, dan gizi merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat kesehatan seorang anak.indikator kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan untuk menentukan seberapa baik kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup bangsa, masalah gizi di Indonesia adalah bagian dari rencana pembangunan nasional. Oleh karena itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang Kesehatan menetapkan sasaran dan target untuk menurunkan angka wasting dan balita.<strong>&nbsp;Tujuan</strong>: Mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan dengan kategori status gizi pada balita di Puskesmas Jambe Tahun 2024. <strong>Hasil</strong>: Distribusi kategori status gizi baik berdasarkan Bb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 54,2%, sesudah diberikan PMT sebanyak 67,7%, Distribusi kategori status gizi kurang berdasarkan Bb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 45,8%, sesudah diberikan PMT sebanyak 32,3%, Distribusi kategori tinggi badan normal berdasarkan Tb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 56,3%, sesudah diberikan PMT sebanyak 71,8%, Distribusi kategori tinggi badan pendek berdasarkan Tb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 43,7%, sesudah diberikan PMT sebanyak 28,2%, Terdapat hubungan pemberian makanan tambahan dengan kategori status gizi Bb/u Tb/u &nbsp;&nbsp;pada balita di Puskesmas jambe desa jambe tahun 2024 <strong>Kesimpulan</strong>: Analisa bivariat Tehadap status gizi Tb/u secara statistik &nbsp;Hasil uji chi square menujukan p-value 0,000 (&lt;0,005) &nbsp;bahwa adanya hubungan antara pemberian makanan tambahan dengan kategori status gizi pada balita.</p> 2026-01-21T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/213 Hubungan Asupan Nutrisi Dengan Kejadian Stunting Di Desa X Pada Tahun 2025 2026-01-21T06:12:42+00:00 Happy Novriyanti Purwadi happypurwadi@gmail.com Anisa Ratna Kinanti Anisaratnakinantii@gmail.com Boy S Sabarguna sabarguna014@yahoo.co.id <p><em>Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang masih menjadi isu kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu faktor yang berperan penting dalam kejadian stunting adalah asupan nutrisi yang tidak adekuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan nutrisi dengan kejadian stunting pada balita usia 1–5 tahun di Desa Jampang Kecamatan Gunung Sindur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 50 balita yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data asupan nutrisi dikumpulkan melalui kuesioner, sedangkan kejadian stunting ditentukan berdasarkan pengukuran tinggi badan menurut umur (TB/U) sesuai standar WHO. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi stunting sebesar 22%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara asupan nutrisi dengan kejadian stunting pada balita dengan nilai p-value = 0,006 (p &lt; 0,05). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa asupan nutrisi berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting pada balita. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan edukasi gizi kepada orang tua serta pemantauan pertumbuhan balita secara berkelanjutan sebagai upaya pencegahan stunting</em></p> 2026-01-21T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/208 Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien TB Di RS Qadr Tahun 2024 2026-01-21T07:04:12+00:00 Titi Permaini titipermainidani@stikesbanten.ac.id Yul Adrianis yuladrianis1008@gmail.com Dieta Nurrika dietanurrika@gmail.com <p><em>Tuberkulosis (TB) merupakan penyebab kematian nomor 13 di dunia.</em><em> Di Indonesia menjadi negara dengan urutan kedua penderita TBC terbanyak di dunia setelah India, diikuti oleh China, Filipina, Pakistan, Nigeria, Bangladesh dan Republik Demokratik Kongo. Diindonesia tepatnya dibanten pemeriksaan kesehatan provinsi terdapat 0,76% kasus, angka pemeriksaan atau diagnosis tuberkulosis pada dahak 69,0%, rontgen dada 83,3%, tes Mantoux 33,7%. Tujuan penelitian mengetahui </em><em>Analisis Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis (OAT) Pada Pasien TB Di Poli Paru Rumah Sakit Qadr Tangerang. Metode penelitian menggunakan</em><em> pendekatan cross sectional, pengambilan sampel menggunakan perhitungan rumus lemeshlow dengan Teknik purposive sampling, sampel yang diperoleh 93 pasien TB Di Poli Paru Rumah Sakit Qadr Tangerang. Hasil penelitian berdasarkan analisis bivariat pada uji statistic menunjukkan nilai P-Value &lt;0,05 sehingga Adanya hubungan faktor sosiodemografi pada jarak kepelayanan kesehatan, faktor perlakukan lama pengobatan dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum OAT dan terdapat nilai P-value &gt;0,05 bahwa tidak ada hubungan faktor sosiodemografi pada usia, jenis kelamin, status pekerjaan, dan tingkat pendidikan, faktor perlakuan pada riwayat pengobatan dan jumlah obat yang diminum dengan kepatuhan minum OAT. Adanya hubungan faktor sosiodemografi pada jarak kepelayanan kesehatan, faktor perlakukan lama pengobatan dan pengetahuan terhadap kepatuhan minum OAT Pada Pasien TB Di Poli Paru Rumah Sakit Qadr Tangerang dan tidak ada hubungan faktor sosiodemografi pada usia, jenis kelamin, status pekerjaan, dan tingkat Pendidikan, faktor perlakuan pada riwayat pengobatan dan jumlah obat yang diminum dengan kepatuhan minum OAT Pada Pasien TB Di Poli Paru Rumah Sakit Qadr Tangerang.</em></p> 2026-01-21T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/207 Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Luka Perineum 2026-01-21T07:05:05+00:00 Rr Ratuningrum Anggorodiputro rr.ratuningrum@fikes.unsika.ac.id Kharisma Nurul Fazrianti Rusman kharismanurulfr@unsil.ac.id Febthia Rika Ramadhaniah Febthia.rika@fikes.unsika.ac.id Chairunnisa Minarmi Alamsyah chairunnisa.alamsyah@fikes.unsika.ac.id <p><strong>Latar Belakang</strong>: Masa nifas (<em>puerperium</em>) adalah periode yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berlangsung hingga alat reproduksi ibu kembali ke kondisi seperti sebelum kehamilan. Di Indonesia, masa nifas menjadi salah satu waktu yang rawan bagi ibu, karena sekitar 60% kematian ibu terjadi pada periode ini, dengan hampir 50% di antaranya terjadi dalam 24 jam pertama setelah persalinan. <strong>Tujuan</strong>: Untuk mengevaluasi asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan luka perineum, serta untuk menilai pemulihan fisik dan psikologis ibu pasca persalinan. <strong>Metode</strong>: Penelitian menggunakan metode deskriptif dilakukan melalui pendekatan studi kasus deskriptif observasional. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, yang meliputi pemantauan terhadap involusi uterus, pengeluaran lochea, kondisi luka perineum, serta edukasi tentang menyusui, pemijatan oksitosin dan endorphin dan perawatan luka perineum. <strong>Hasil </strong>penelitian menunjukkan bahwa pemulihan fisik ibu dengan kondisi baik, luka perineum kering, pengeluaran lochea rubra. Selain itu, ibu menerima edukasi yang tepat tentang teknik menyusui dan pengelolaan ASI eksklusif, cara merawat luka perineum. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya asuhan kebidanan yang komprehensif dan berbasis bukti dalam mendukung kesejahteraan ibu pasca persalinan. <strong>Kesimpulan</strong>: Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan terhadap kasus Ny. U,&nbsp; bahwa pemberian penatalaksanaan asuhan kebidanan selama masa nifas sudah dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan pedoman yang berlaku.</p> 2026-01-21T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement## https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/210 Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Faktor Protektif Diare pada Balita di Pulau Jawa: Studi Analisis Data Sekunder 2017 2026-01-21T06:12:42+00:00 Restu Octasila restu.octasila@stikesbanten.id Hana Febriyanti hanafebriyanti@stikesbanten.ac.id Siti Fariza Naifah farizanaifah2002@gmail.com Darin Zahra darinzhr8@gmail.com <p style="font-weight: 400;">Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, prevelensi kejadian diare di Pulau Jawa cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pulau lainnya. Jumlah kasus diare tercatat sebanyak 8.855 di Pulau Jawa. Pulau Jawa menempati peringkat pertama di antara enam pulau di Indonesia. Lebih rinci, tinggi prevalensi diare di beberapa wilayah di Pulau Jawa sebagai berikut: Jakarta 12,7%, Jawa Barat 15,1%, Jawa Tengah 12,4%, Yogyakarta 5,6%, Jawa Timur 11,8%, dan Banten 10,7%. Berdasarkan data dari SDKI pada tahun 2012 dan 2017, terlihat bahwa prevalensi balita yang mengalami diare adalah sebesar 14%. Dengan merujuk pada data tersebut, dapat disimpulkan bahwa prevalensi diare di Pulau Jawa masih tinggi karena melebihi target nasional yang telah ditetapkan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dan risiko PHBS (pemberian ASI eksklusif, perilaku mencuci tangan, sumber air minum, dan fasilitas jamban) dengan angka kejadian diare pada anak balita di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder dari hasil SDKI 2017 dengan menggunakan metode cross sectional. Hasil Analisis Bivariat menunjukan, uji statistik didapatkan nilai P Value 0,001 &lt; 0,05 ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,694 &gt; 0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan air bersih dengan kejadian diare. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,692 &gt; 0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara mencuci tangan dengan kejadian diare. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,358 &gt; 0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare. Variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada anak balita di Indonesia tahun 2017 adalah ASI Eksklusif (p=0,001). Variabel yang tidak berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada anak balita di Indonesia tahun 2017 yaitu Sumber air minum (p=0,694), Jamban (p=0,358), Cuci tangan (p=0,578).</p> 2026-01-21T00:00:00+00:00 ##submission.copyrightStatement##