Analisis Faktor Risiko Stunting Menggunakan Data e-PPGBM di Kota Tangerang Selatan

  • nisa dummy account dummy university
  • Budi Santoso STIKes Banten
Keywords: stunting, e-PPGBM, faktor risiko, Tangerang Selatan

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia jangka panjang. Pemerintah Indonesia telah menerapkan sistem pencatatan digital melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) untuk memantau pertumbuhan balita secara real-time. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian stunting di Kota Tangerang Selatan menggunakan data sekunder dari aplikasi e-PPGBM tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sebanyak 450 balita yang tercatat di wilayah kerja Puskesmas setempat. Variabel yang diteliti meliputi riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), pemberian ASI eksklusif, dan status imunisasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada sampel adalah sebesar 18,2%. Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR (p-value = 0,002) dan tidak adanya ASI eksklusif (p-value = 0,015) dengan kejadian stunting. Kesimpulannya, data e-PPGBM efektif dalam mendeteksi determinan stunting secara dini. Disarankan agar intervensi fokus pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dan peningkatan validitas input data oleh kader posyandu.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kemenkes RI. (2020). Panduan Penggunaan Aplikasi e-PPGBM Bagi Kader Posyandu. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rahayu, A., & Yulidasari, F. (2020). Stunting dan Upaya Pencegahannya. Yogyakarta: CV Mine.

Sutriyawan, A. (2021). Metodologi Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Bandung: Refika Aditama.

Wiguna, T., & Gunawan, A. (2022). Analisis Spasial Sebaran Stunting di Kabupaten Tangerang. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, Vol 15 (2), p 88-95.

World Health Organization. (2018). Reducing Stunting in Children: Equity Considerations for Achieving the Global Nutrition Targets 2025. Geneva: WHO.

Nugraha, P. (2023). Efektivitas Sistem Pencatatan Gizi Digital dalam Penurunan Prevalensi Stunting di Jawa Barat. Jurnal Gizi dan Pangan, Vol 12 (1), p 45-52.

Pratiwi, R.D. (2021). Determinan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Ciputat. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Setiawan, E. (2019). Peran Teknologi Informasi dalam Pemantauan Status Gizi. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, Vol 4 (3), p 112-120.

Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan. (2023). Profil Kesehatan Kota Tangerang Selatan Tahun 2022. Tangerang Selatan: Dinkes Tangsel.

Hadi, H. (2020). Beban Ganda Masalah Gizi dan Implikasinya Terhadap Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional. Yogyakarta: UGM Press.
Published
2025-11-30
How to Cite
account, nisa, & Santoso, B. (2025). Analisis Faktor Risiko Stunting Menggunakan Data e-PPGBM di Kota Tangerang Selatan. JURNAL KESEHATAN, (XX), 1-4. Retrieved from https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/205
Section
Kesehatan