Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Luka Perineum

  • Rr Ratuningrum Anggorodiputro Universitas Singaperbangsa Karawang
  • Kharisma Nurul Fazrianti Rusman
  • Febthia Rika Ramadhaniah
  • Chairunnisa Minarmi Alamsyah
Keywords: Masa Nifas Luka Perineum Asi Eklusif Perawatan Masa Nifa

Abstract

Latar Belakang: Masa nifas (puerperium) adalah periode yang dimulai setelah kelahiran plasenta dan berlangsung hingga alat reproduksi ibu kembali ke kondisi seperti sebelum kehamilan. Di Indonesia, masa nifas menjadi salah satu waktu yang rawan bagi ibu, karena sekitar 60% kematian ibu terjadi pada periode ini, dengan hampir 50% di antaranya terjadi dalam 24 jam pertama setelah persalinan. Tujuan: Untuk mengevaluasi asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan luka perineum, serta untuk menilai pemulihan fisik dan psikologis ibu pasca persalinan. Metode: Penelitian menggunakan metode deskriptif dilakukan melalui pendekatan studi kasus deskriptif observasional. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik, yang meliputi pemantauan terhadap involusi uterus, pengeluaran lochea, kondisi luka perineum, serta edukasi tentang menyusui, pemijatan oksitosin dan endorphin dan perawatan luka perineum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemulihan fisik ibu dengan kondisi baik, luka perineum kering, pengeluaran lochea rubra. Selain itu, ibu menerima edukasi yang tepat tentang teknik menyusui dan pengelolaan ASI eksklusif, cara merawat luka perineum. Penelitian ini memberikan gambaran tentang pentingnya asuhan kebidanan yang komprehensif dan berbasis bukti dalam mendukung kesejahteraan ibu pasca persalinan. Kesimpulan: Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan terhadap kasus Ny. U,  bahwa pemberian penatalaksanaan asuhan kebidanan selama masa nifas sudah dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan pedoman yang berlaku.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kemenkes. Laporan Survei Demografi Kesehatan Indonesia. 2015.

Schrey-Petersen S, Tauscher A. Diseases and complications of the puerperium. Dtsch Arztebl Int [Internet]. 2021;118(43):688–94. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8381608/

Thung SF, Norwitz ER. Postpartum care: we can and should do better. Am J Obstet Gynecol [Internet]. 2010;202(5):453–7. Available from: https://www.ajog.org/article/S0002-9378(09)00954-5/abstract

Saifuddin A. Ilmu Kebidanan: Buku Ajar Kebidanan untuk Mahasiswa dan Praktisi. 2014.

Kasanah S. Baby blues dan depresi pasca melahirkan: Analisis faktor risiko dan penanganan. Jurnal Psikologi Kesehatan. 2017;5(2):12–7.

Cheng CY, Fowles ER. Postpartum maternal health care in the United States: A critical review. Journal of Perinatal Education [Internet]. 2006;15(3):3–12. Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC1595301/

Gustirini N. Asuhan Kebidanan Nifas. Yogyakarta: Andi; 2016.

Sharma SS, Bhattacharjee S, Kashyap A, Thakur A. Medical complications of puerperium: A single center observational study. Journal of Obstetrics and Gynecology Research [Internet]. 2018;44(5):932–8. Available from: https://www.academia.edu/download/122295627/890.pdf

Walyani ES. Perawatan Nifas: Teori dan Praktik Kebidanan. Jakarta: Buku Sains; 2015.

Almalik MMA. Understanding maternal postpartum needs: A descriptive survey of current maternal health services. J Clin Nurs [Internet]. 2017;26(1):80–90. Available from: https://doi.org/10.1111/jocn.13812

Prawirohardjo S. Ilmu Kebidanan. Jakarta: EGC; 2014.

Published
2026-01-21
How to Cite
Anggorodiputro, R. R., Rusman, K., Ramadhaniah, F. R., & Minarmi Alamsyah, C. (2026). Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas dengan Luka Perineum. JURNAL KESEHATAN, 11(2), 46-52. Retrieved from https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/207