Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Faktor Protektif Diare pada Balita di Pulau Jawa: Studi Analisis Data Sekunder 2017
Abstract
Menurut data Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, prevelensi kejadian diare di Pulau Jawa cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan pulau lainnya. Jumlah kasus diare tercatat sebanyak 8.855 di Pulau Jawa. Pulau Jawa menempati peringkat pertama di antara enam pulau di Indonesia. Lebih rinci, tinggi prevalensi diare di beberapa wilayah di Pulau Jawa sebagai berikut: Jakarta 12,7%, Jawa Barat 15,1%, Jawa Tengah 12,4%, Yogyakarta 5,6%, Jawa Timur 11,8%, dan Banten 10,7%. Berdasarkan data dari SDKI pada tahun 2012 dan 2017, terlihat bahwa prevalensi balita yang mengalami diare adalah sebesar 14%. Dengan merujuk pada data tersebut, dapat disimpulkan bahwa prevalensi diare di Pulau Jawa masih tinggi karena melebihi target nasional yang telah ditetapkan. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dan risiko PHBS (pemberian ASI eksklusif, perilaku mencuci tangan, sumber air minum, dan fasilitas jamban) dengan angka kejadian diare pada anak balita di Pulau Jawa. Penelitian ini menggunakan analisis data sekunder dari hasil SDKI 2017 dengan menggunakan metode cross sectional. Hasil Analisis Bivariat menunjukan, uji statistik didapatkan nilai P Value 0,001 < 0,05 ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada balita. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,694 > 0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan air bersih dengan kejadian diare. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,692 > 0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara mencuci tangan dengan kejadian diare. Hasil uji statistik didapatkan nilai P Value 0,358 > 0,05 tidak ada hubungan yang signifikan antara penggunaan jamban dengan kejadian diare. Variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada anak balita di Indonesia tahun 2017 adalah ASI Eksklusif (p=0,001). Variabel yang tidak berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada anak balita di Indonesia tahun 2017 yaitu Sumber air minum (p=0,694), Jamban (p=0,358), Cuci tangan (p=0,578).
Downloads
References
Amelia, W. (2018). Kejadian diare pada balita ditinjau dari ketersediaan sumber air bersih dan jamban keluarga. Cendekia Medika, 3(1), 47-52. http://jurnal.stikesalmaarif.ac.id/index.php/cendekia_medika/article/view/51
Anteneh, Z. A., Andargie, K., & Tarekegn, M. (2017). Prevalence and determinants of acute diarrhea among children younger than five years old in Jabithennan District, Northwest Ethiopia, 2014. BMC Public Health, 17(1), 1-8.http://dx.doi.org/10.1186/s12889-017-4021-5
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pusat Statistik (BPS), & Kementerian Kesehatan RI. (2013). Indonesia Demographic and Health Survey 2012. Jakarta: BKKBN, BPS, Kemenkes RI. https://dhsprogram.com/pubs/pdf/FR275/FR275.pdf
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Badan Pusat Statistik (BPS), & Kementerian Kesehatan RI. (2018). Indonesia Demographic and Health Survey 2017. Jakarta: BKKBN, BPS, Kemenkes RI. https://dhsprogram.com/pubs/pdf/FR342/FR342.pdf
Dharmayanti, I., & Tjandrarini, D. H. (2020). Peran lingkungan dan individu terhadap masalah diare di Pulau Jawa dan Bali. Jurnal Ekologi Kesehatan, 19(2), 84-93. http://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jek/article/view/3192
Febrianti, A. (2019). Hubungan faktor sosial ekonomi, pengetahuan ibu tentang lingkungan sehat dan diare dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Pembina Palembang. [s.n.], 1(3), 18-23.
Kasman, & Ishak, N. I. (2020). Kepemilikan jamban terhadap kejadian diare pada balita di Kota Banjarmasin. [s.n.], 7(1), 28-33.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Profil kesehatan Indonesia tahun 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI. https://www.kemkes.go.id/downloads/resources/download/pusdatin/profil-kesehatanindonesia/profil-kesehatan-indonesia-2018.pdf
Maharani, F. P., Muniroh, L., & Abihail, C. T. (2023). Hubungan antara usia balita, pemberian ASI dan daerah tempat tinggal dengan kejadian diare pada balita di Indonesia. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23(3), 3057-3062.
Priambodo, S. R., & Nurhasana, R. (2021). Kualitas air minum layak fisik rumah tangga di wilayah Jabodetabek. [s.n.], 8(8), 2664-2679.
Putri, M. Z. (2019). Hubungan faktor pejamu dan lingkungan dengan kejadian diare pada balita di Indonesia tahun 2017 (Analisis data SDKI 2017) [Tesis Magister]. Universitas Indonesia.
Sabriana, R., Riyandani, R., Wahyuni, R., & Akib, A. (2022). Hubungan pengetahuan dan sikap ibu tentang pemberian ASI eksklusif. [s.n.], 11(1), 201-207.
Setyobudi, I., Pribadiani, F., & Listyarini, A. D. (2020). Analisis perilaku ibu tentang cuci tangan dengan kejadian diare pada balita di Rumah Sakit Mardi Rahayu Kudus. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 9(3), 214. https://www.jurnal.stikescendekiautamakudus.ac.id/index.php/stikes/article/view/624/2
Susanti, W. E., Novrikasari, & Sunarsih, E. (2016). Determinan kejadian diare pada anak balita di Indonesia (Analisis lanjut data SDKI 2012). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 7, 64-72.
Sutomo, O., Sukaedah, E., & Iswanti, T. (2020). Hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian diare pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Cibadak Kabupaten Lebak tahun 2019. Jurnal Medika (Media Informasi Kesehatan), 7(2), 403-410.
Copyright (c) 2026 Restu Octasila, Hana Febriyanti, Siti Fariza Naifah, Darin Zahra

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0




