PASSIVE LEG RAISING (PLR) SEBAGAI PARAMETER RESPONSIF CAIRAN DALAM PEMANTAUAN HEMODINAMIK PADA SYOK HIPOVOLEMIK: SCOPING REVIEW
Abstract
Abstrak
Syok hipovolemik terjadi karena berkurangnya volume plasma di intravaskuler akibat kehilangan cairan yang menyebabkan penurunan volume sirkulasi darah dan cardiac output. Hal ini akan mengakibatkan penurunan perfusi jaringan dan gangguan metabolisme sel, sehingga manajemen pasien syok hipovolemik diarahkan pada pencegahan kehilangan cairan lebih lanjut dan memulihkan volume sirkulasi melalui resusitasi cairan. Tujuan dari scoping review ini adalah untuk memetakan evidence pemberian posisi Passive Leg Raise atau Passive Leg Raising (PLR) saat resusitasi cairan pada pasien syok hipovolemik sebagai parameter responsif cairan dalam pemantauan hemodinamik di Instalasi Gawat Darurat. Scoping review ini mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR). Pencarian artikel menggunakan kata kunci melalui mesin pencarian elektronik secara online dengan empat basis data yakni Pubmed, ProQuest, Sciencedirect, dan Sage Journals dalam rentang publikasi antara tahun 2016 - 2021. Hasil review ini mengungkapkan bahwa PLR memfasilitasi percepatan dalam pemuatan cairan saat resusitasi dengan menginduksi transfer gravitasi darah vena dari kaki ke sirkulasi sentral serta meningkatkan aliran balik vena, volume sekuncup dan curah jantung yang dapat diamati dari perubahan hemodinamik selama pelaksanaannya. PLR dapat mempengaruhi hemodinamik dan sebagai metode evaluasi respon cairan pada pasien dengan syok hipovolemik.
Kata Kunci: cairan; gawat darurat; hemodinamik; hipovolemi, passive leg raise/raising
Downloads
References
Demirci, O. L., Işık, G. Ç., Çorbacıoğlu, Ş. K., & Çevik, Y. (2019). American Journal of Emergency Medicine Comparing Pleth variability index ( PVI ) variation induced by passive leg raising and Trendelenburg position in healthy volunteers. American Journal of Emergency Medicine. https://doi.org/10.1016/j.ajem.2019.05.015
Hutabarat, E. (2017). The Effect of Passive Leg Raising towards Hemodynamics on Patient with Hypovolemic Shock at the Emergency Ward of Dustira Cimahi Hospital. In International Seminar on Global Health (ISGH) 2017 STIKes Jenderal Achmad Yani Cimahi (pp. 271–274). Cimahi: STIKes Jenderal Achmad Yani Cimahi.
Kurniati, A., Trisyani, Y., & Theresia, S. I. M. (2018). Keperawatan Gawat Darurat dan Bencana Sheehy (1st Indone). Singapore: Elsevier Ltd.
Leksana, Eri. (2015). Strategi Terapi Cairan pada Dehidrasi. CDK-244, 42(1), 70–73.
Leksana, Ery. (2015). Dehidrasi dan Syok. CDK-228, 42(5), 391–394.
Monnet, X., & Teboul, J. (2015). Passive leg raising : five rules , not a drop of fluid ! Critical Care, 1–3. https://doi.org/10.1186/s13054-014-0708-5
Nemoto, K., Kaiho, T., Ito, S., Yoshioka, K., & Maki, A. (2016). Effects of passive leg raising on cardiovascular functions as analyzed by fingertip pulse pressure profiles. Biomedical Research and Clinical Practice Research, 1(3), 76–81. https://doi.org/10.15761/BRCP.1000115
NICE. (2020). Intravenous fluid therapy in adults in hospital. National Institute For Health And Care Excellence (NICE).
Pudjiadi, A. H. (2017). Resusitasi Cairan: dari Dasar Fisiologis hingga Aplikasi Klinis. Seri Pediatri, 18(71), 409–416.
Putra, K. A. H. (2017). Terapi Cairan pada Pasien Syok.
Rahmawati, I., Dilaruri, A., Sulastyawati, & Supono. (2021). The Role of Passive legs Raising Position in Hypovolemic Shock : A Case Report. Journal Of Nursing Practice, 4(2), 177–184.
Toppen, W., Montoya, E. A., Ong, S., Markovic, D., Kao, Y., Xu, X., … Barjaktarevic, I. (2020). Passive Leg Raise : Feasibility and Safety of the Maneuver in Patients With Undifferentiated Shock. Journal of Intensive Care Medicine, 35(10), 1123–1128. https://doi.org/10.1177/0885066618820492
Tricco, A. C., Lillie, E., Zarin, W., Brien, K. K. O., Colquhoun, H., Levac, D., … Garritty, C. (2018). PRISMA Extension for Scoping Reviews (PRISMA-ScR): Checklist and Explanation. Annals of Internal Medicine, 169(7). https://doi.org/10.7326/M18-0850
Copyright (c) 2026 Firman Dwi Cahyo, Nunik Wijayanti, Yanny Trisyani Wahyuningsih, Ristina Mirwanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0




