HUBUNGAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN DENGAN KATEGORI STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS X TAHUN 2024
Abstract
Pendahuluan: Status gizi balita adalah salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kesehatan seseorang, dan gizi merupakan indikator penting dalam mengukur tingkat kesehatan seorang anak.indikator kualitas sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan untuk menentukan seberapa baik kesejahteraan masyarakat. Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup bangsa, masalah gizi di Indonesia adalah bagian dari rencana pembangunan nasional. Oleh karena itu, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang Kesehatan menetapkan sasaran dan target untuk menurunkan angka wasting dan balita. Tujuan: Mengetahui hubungan pemberian makanan tambahan dengan kategori status gizi pada balita di Puskesmas Jambe Tahun 2024. Hasil: Distribusi kategori status gizi baik berdasarkan Bb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 54,2%, sesudah diberikan PMT sebanyak 67,7%, Distribusi kategori status gizi kurang berdasarkan Bb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 45,8%, sesudah diberikan PMT sebanyak 32,3%, Distribusi kategori tinggi badan normal berdasarkan Tb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 56,3%, sesudah diberikan PMT sebanyak 71,8%, Distribusi kategori tinggi badan pendek berdasarkan Tb/u sebelum diberikan PMT sebanyak 43,7%, sesudah diberikan PMT sebanyak 28,2%, Terdapat hubungan pemberian makanan tambahan dengan kategori status gizi Bb/u Tb/u pada balita di Puskesmas jambe desa jambe tahun 2024 Kesimpulan: Analisa bivariat Tehadap status gizi Tb/u secara statistik Hasil uji chi square menujukan p-value 0,000 (<0,005) bahwa adanya hubungan antara pemberian makanan tambahan dengan kategori status gizi pada balita.
Downloads
References
Fajar SA, Anggraini CD, Husnul N. Efektivitas pemberian makanan tambahan pada status gizi balita Puskesmas Citeras, Kabupaten Garut. Nutr Sci J. 2022;1(1):30–40
World Heal Organ (2018) Levels trends child malnutrition key Find 2018 Ed Jt Child Malnutrition Estim.
Kemenkes RI (2019a) Has Ris Kesehat Dasar Tahun 2018 Kementrian Kesehat RI, 53(9), 1689–1699.
Buku Saku Has Survei Status Gizi 2022 Terbit KEMENKES RI.
Badan Pus Stat berdasarkan sumber dari Proyeksi Pendud Interim Tahun 2020–2023.
Nursyamsi, Nurlinda A, Ikhtiar M. Karakteristik Balita Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Pakkae Kabupaten Barru. J Muslim Community Heal. 2023;4(3):169–75.
Sari E. Status Gizi Balita Di Posyandu Mawar Kelurahan Darmokali Surabaya. J Keperawatan [Internet]. 2020;6(1):1–6. Available from: https://jurnal.stikeswilliambooth.ac.id/index.php/d3kep/article/view/64
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2874/penanganan-gizi-buruk-dan-upaya-pencegahannya.
Putri. RH A, Simanjuntak BY, Sari AP. Pola Konsumsi Makan Dan Kejadian Underweight Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Anggut Atas Kota Bengkulu. Gema Kesehat. 2024;16(1):15–22.
Gizi D, Kesehatan P, Kunci K. Determinan Status Gizi Kurang Pada Balita Di Puskesmas Belawan Kota Medan | Harahap | Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan. 2019;9(2):134–43. Available from: http://ejournal.urindo.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/511
Hidro Muh Perdana DAF. Gambaran Faktor Risiko Malnutrisi. UMI Med J. 2020;5(1):50–6.
Pokhrel S..2024;15(1):37–48.
https://kampungkb.bkkbn.go.id/kampung/17309/intervensi/336610/pemberian-makanan-tambahan-balita.
Hosang KH, Umboh A, Lestari H. Hubungan Pemberian Makanan Tambahan Terhadap Perubahan Status Gizi Anak Balita Gizi Kurang di Kota Manado. e-CliniC. 2017;5(1).
Adelasanti AN, Rakhma LR. Hubungan Antara Kepatuhan Konsumsi PMT Balita dengan Perubahan Status Gizi Balita di Puskesmas Pucangsawit Surakarta. J Dunia Gizi.
Copyright (c) 2026 Hanny Desmiati, Anggi Septiani, Nita Ratna Dewanti, Pantja Wibowo, Mardi Yana

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0




