Perbedaan Tingkat Kesembuhan Luka Operasi Cito Dengan Operasi Terencana Pada Pasien Post Operasi Abdomen di RSU Tangerang
Keywords:
Kesembuhan luka, Cito dan terencana, Operasi abdomenAbstract
Tindakan operasi, baik cito maupun terencana adalah peristiwa kompleks yang menegangkan, yang membedakan adalah operasi cito dilakukan dengan segera pada seorang pasien yang berada dalam keadaan darurat sedangkan operasi terencana dilakukan terjadwal dengan persiapan, dan dilakukan pada pasien dengan kondisi baik, bukan gawat darurat. Adapun pada proses penyembuhan luka operasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah nutrisi, oksigen, stress abdomen dan merokok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kesembuhan luka operasi cito dengan terencana pada pasien post operasi abdomen. Desain penelitian ini adalah Cross Sectional dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling dengan sampel sebanyak 41 responden. Uji statistik Chi Square dengan alat ukur lembar observasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kesembuhan luka operasi cito dengan operasi terencana. Tingkat kesembuhan luka operasi cito dengan operasi terencana menunjukan perbedaan yang bermakna setelah dilakukan observasi selama 4 minggu dengan hasil nilai yang didapatkan 0,000.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0