Hubungan Dukungan Keluarga, IMD, Asupan nutrisi dan Perawatan Payudara Dengan Produksi ASI Pada Ibu Nifas di PMB X
DOI:
https://doi.org/10.1234/8z9m3e93Kata Kunci:
Postpartum, Breast Milk Production, Family Support, Early Initiation of Breastfeeding, Food IntakeAbstrak
Background: Breast milk is the optimal method to meet the nutritional needs of babies for growth and development, naturally considered to be the best food that can be given to newborns. Exclusive breastfeeding means that babies oly receive breast milk without additional liquids such as formula milk and water. According to susenas data for 2020-2022, the percentage of exclusive breastfeeding in Banten Province is 71,7%, while according to SDKI, 67% of all breastfeeding mothers experience milk production disruptions. Objective: to find out the factors related to breast milk production in breastfeeding at PMB Mela Mekarwangi Village in 2025 Method: viamilyvical method with a cross sectional approach of the population of all breastfeeding mothers in Mekarwangi Village. The statistical tests carried out were Univariate Analysis using percentages and Bivariate Analysis using chi-square tests. Research Results: Research results indicate that out of 31 respondents, there were 83.9% with smooth breast milk production, while 16.1% experienced difficulties. There was aa statistical relationship between family relationship and breast milk production with p value 0f 0,01< (0,05), there was a relationship between IMD and brest milk production with a p value of 0,01< (0,05), there was a relationship between food intake and breast milk production with p value 0,01< 0,05, and there was no relathionship between breast care and breast milk production with p value 1000> 0,05. Conclusions: There was a relationship between family support, IMD, food intake and milk production and no relationship between breast care and breast milk production.
Unduhan
Referensi
Andriyani, A. (2023). Penerapan pijat laktasi untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu post partum. Indogenius, 2(1), 17–23.
Apriana, R. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi ASI ibu nifas. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(1), 517–525.
Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. (2025). Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dalam Angka. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Damanik, V. A. (2020). Hubungan perawatan payudara dengan kelancaran ASI pada ibu nifas. Jurnal Keperawatan Priority, 3(2), 13–22. https://doi.org/10.34012/jkep.v3i2.1188
Delvina, V. (2022). Faktor yang berhubungan dengan kelancaran pengeluaran ASI pada ibu menyusui. Human Care Journal, 7(2), 466–473.
Fitria, R., & Antari, G. Y. (2024). Dukungan keluarga dan inisiasi menyusu dini (IMD) dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Optimal Midwife Journal.
Leiwakabessy, A., & Azriani, D. (2020). Hubungan umur, paritas dan frekuensi menyusui dengan produksi air susu ibu. Journal of Midwifery Science and Women's Health, 1(1), 27–33.
Lestari, A. (2023). Hubungan antara perawatan payudara, kondisi psikologis ibu dan dukungan suami dengan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum. SIMFISIS: Jurnal Kebidanan Indonesia, 3(1), 540–549.
Madiyanti, D. A., & Agustin, A. (2022). Hubungan asupan makanan dengan kecukupan ASI pada ibu menyusui di wilayah kerja UPT Puskesmas Rejosari. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 11(2), 68–77.
Mirong, I. D., & Yulianti, H. (2023). Buku ajar asuhan kebidanan nifas dan menyusui. Rena Cipta Mandiri.
Novita, A. (2022). Hubungan dukungan keluarga dengan motivasi ibu dalam pemberian ASI ekslusif pada bayi usia 1-6 bulan di masa pandemi di Kelurahan Sidotopo Wetan Surabaya (Skripsi Sarjana, STIKes Hang Tuah Surabaya).
Prihatini, F. J., Achyar, K., & Kusuma, I. R. (2023). Faktor–faktor yang mempengaruhi ketidakberhasilan ASI eksklusif pada ibu menyusui. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 3(4), 184–191.
Rahmawati, S. D., & Saidah, H. (2021). Hubungan antara status gizi dan paritas dengan kelancaran produksi ASI pada ibu post partum di wilayah kerja Puskesmas Cipanas Kabupaten Garut. Judika (Jurnal Nusantara Medika), 5(1), 55–62.
Rosa, E. F., Aisyah, A., Oktavia, D., & Rustiati, N. (2025). Combination of breast care and acupressure interventions to increase milk production and breast care in breastfeeding mothers. Lentera Perawat, 6(1), 82–91.
Saputri, P. E. (2022). Hubungan sikap dan motivasi ibu terhadap pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah Puskesmas Demangan Kota Madiun (Tesis, Universitas Airlangga).
Sari, S. N. (2023). Hubungan antara pengetahuan, sikap, komitmen, manajemen laktasi, dan status pekerjaan dalam pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-24 bulan di wilayah Puskesmas Kutabumi Pasar Kemis Kabupaten Tangerang Banten. Indonesian Scholar Journal of Nursing and Midwifery Science, 3(3), 1138–1150.
Sari, T. D. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan produksi air susu ibu (ASI) eksklusif pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Plus Mandiangin Kota Bukittinggi tahun 2018 (Skripsi, STIKes Perintis Padang).
Sugiyono. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
UNICEF Indonesia. (2023, 1 Agustus). Peningkatan angka pemberian ASI di Indonesia: Ibu perlu dukungan lebih. https://www.unicef.org/indonesia/id/press-releases/peningkatan-angka-pemberian-asi-di-indonesia-ibu-perlu-dukungan-lebih
Wijaya, W. (2022). Hambatan pemberian ASI eksklusif pada ibu menyusui (Barrier exclusive breastfeeding on breastfeeding mother). Journal of Midwifery and Reproduction, 6(1).
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Dorsinta Siallagan, Kiki Rizkiyah, Restu Octasila, Reni Nofita, Nuntarsih, Hanny Desmiaty

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0