HUBUNGAN EFIKASI DIRI TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PASIEN TUBERKULOSIS PADA MASA PANDEMI DI PUSKESMAS RAWABUNTU TAHUN 2021
Keywords:
Efikasi Diri, Kepatuhan, TuberkulosisAbstract
Pendahuluan, Pada masa pandemi ini seseorang yang menderita Covid-19 dan TB menunjukkan gejala yang sama seperti batuk, demam dan kesulitan bernafas. Pengalaman dan pemahaman tentang infeksi COVID-19 pada pasien TB masih terbatas, namun perlu dilakukan langkah antisipasi terhadap orang yang menderita TB dan COVID-19 yang mungkin akan memiliki prognosis hasil pengobatan yang lebih buruk, terutama jika terjadi putus pengobatan TB. Keberhasilan program pengobatan tuberkulosis ditentukan oleh seberapa baik pasien mematuhi jalannya pengobatan. Untuk mencapai tujuan pengobatan, perlu dilakukan tindakan yang dapat mendorong kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Salah satu faktor terpenting dalam keberhasilan proses pengobatan adalah Self-Efficacy atau kepercayaan diri pasien yang tinggi. Tujuan penelitian, Mengetahui Bagaimana Hubungan Efikasi Diri Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Pada Masa Pandemi di Puskesmas Rawabuntu. Metode penelitian, Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, sampel yang diperlukan yaitu 25 orang. Cara pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data, analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji chi squer. Hasil Penelitian, Dengan nilai signifikan (p-value) yaitu 0.422 > 0.05. Kesimpulan, Tidak ada Hubungan Efikasi diri terhadap kepatuhan Minum Obat Pasien Tuberkulosis Pada Masa Pandemi di Puskemas Rawabuntu Tahun 2021. Saran, Efikasi diri dan kepatuhan yang sudah baik diharapkan dapat dipertahankan selama menjalani pengobatan oleh pasien.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0