HUBUNGAN PAPARAN INFORMASI HOAKS MELALUI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU PENCEGAHAN COVID-19 PADA REMAJA DI WILAYAH RT 10 RW 08 KELURAHAN PESANGGRAHAN TAHUN 2022
Keywords:
hoaks, perilaku pencegahan Covid-19, remajaAbstract
Pandemi Covid-19 di Indonesia merupakan bagian dari pandemi penyakit Coronavirus 2019 (Covid-19) yang sedang berlangsung di seluruh dunia. Maraknya infodemik yang berisi berita tidak benar atau hoaks dan rumor mengenai Covid-19 di tengah masyarakat dapat memperburuk situasi pandemi itu sendiri. Berita hoaks tersebut dapat beresiko menurunkan tingkat kepatuhan seseorang/remaja dalam pencegahan Covid-19. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan paparan informasi hoaks melalui media sosial terhadap perilaku pencegahan Covid-19 di wilayah RT 10 RW 08 Kelurahan Pesanggrahan. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain crossectional study dengan besar sampel yang diperoleh sebanyak 70 responden dan menggunakan teknik sampel pertimbangan atau purposive sampling. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan lembar kuesioner yang diisi secara luring dengan menggunakan analisis chi-square. Hasil penelitian statistik menggunakan uji chi-square dengan hasil P-value 1.000 > 0.05 yang menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan antara paparan informasi hoaks dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada remaja. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara paparan informasi hoaks dengan perilaku pencegahan Covid-19 pada remaja, akan tetapi ditemukan adanya hubungan faktor-faktor lainnya seperti pengetahuan, sikap, ketersediaan masker, keterjangkauan harga masker, dan fasilitas tempat cuci tangan dengan perilaku remaja terhadap pencegahan Covid-19.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0