Gambaran Perubahan Perilaku Pada Lansia Yang Mengalami Kepikunan Di Puskesmas Pondok Ranji
Keywords:
lansia, kepikunan, perubahan perilakuAbstract
Latar Belakang, : Memasuki usia lanjut biasanya dimulai dengan penurunan fungsi seluler, organ dan sistem tubuh. Fenomena yang sering terjadi pada lansia adalah penurunan daya ingat atau yang lebih dikenal di masayarakat dengan kepikunan, yang ditandai dengan adanya perubahan perilaku. Tujuan : Mengoptimalkan keluarga dalam merawat pasien lansia yang mengalami kepikunan Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dijabarkan dalam bentuk studi kasus. Jumlah partisipan 3 orang keluarga yang menjadi caregiver lansia yang mengalami kepikunan. Teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dengan teknik probing sebagai usaha untuk mendapatkan data yang mendalam dan detail dan analisis data menggunakan teknik analisis naratif. Hasil : Penelitian ini menunjukkan bahwa 3 lansia dengan kepikunan yang dirawat oleh keluarga mengalami perubahan perilaku yang terkait dengan terjadinya penurunan daya ingat. Kesimpulan : Lansia yang mengalami kepikunan mempunyai perubahan perilaku akibat tidak mampu menghadirkan kembali ingatan. Perubahan perilaku yang nyata adalah lupa akan kejadian yang baru saja dilakukan. Lansia mempunyai kehendak dan pendapat yang harus diikuti dan dipercayai walaupun hal itu tidak benar terjadi. Hal ini bisa menimbulkan konflik antara lansia dan keluarga jika tidak adanya pemahaman yang baik tentang lansia yang mengalami kepikunan. Dibutuhkan dukungan, pemahaman, penerimaan dan kesabaran keluarga yang merawat agar lansia dapat menikmati masa tuanya dengan bahagia.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0