HUBUNGAN PELAKSANAAN EDUKASI PERSIAPAN ENDOSKOPI TERHADAP KEPATUHAN PASIEN MELAKSANAKAN PERSIAPAN ENDOSKOPI DI RS MANDAYA ROYAL PURI
Keywords:
Endoskopi, Edukasi, KepatuhanAbstract
Endoskopi merupakan suatu sarana penunjang diagnostik dan terapeutik yang cukup handal dalam mendiagnosis penyakit dengan cara memasukan alat endoskop kedalam saluran pencernaan. Pemeriksaan endoskopi saluran cerna di bagi menjadi dua yaitu endoskopi saluran cerna bagian atas dan saluran cerna bagian bawah. Gastroskopi atau Esofagogastroduodenoskupi adalah suatu tindakan pemeriksaan yang dilakukan dengan cara peneropongan dengan menggunakan alat skup untuk melihat langsung kedalam saluran cerna bagian atas. Sedangkan kolonoskopi merupakan pemeriksaan melalui peneropongan dengan menggunakan alat skup untuk melihat langsung saluran cerna bagian bawah. (Endoskopi Gastrointestinal Panduan Praktis Pelaksanaan, Tahun 2013). Smith, C. (2015), berdasarkan dari Guideline Bowel Preparation before Colonoscopy Amerika Society for gastrointestinal endoscopy mengatakan edukasi yang buruk menyebabkan persiapan endoskopi yang buruk yang dapat mengakibatkan kegagalan tindakan dan kegagalan deteksi lesi neoplastik dan peningkatan risiko efek samping prosedural. Data kolonoskopi yang dilakukan di Universitas Royal Liverpool dari 8910, terdapat 693 dengan persiapan buruk, yaitu 7,8 % pria, dan 5,8% wanita, dengan usia rata-rata 61 tahun, hampir 25 % terjadi kegagalan tindakan kolonoskopi, dipengaruhi oleh ketidakpatuhan melaksanakan persiapan kolonoskopi, untuk itulah perlu dilakukan edukasi persiapan endoskopi.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0