TINJAUAN LITERATUR PANDANGAN LANSIA TERHADAP PELAKSANAAN PROKES PASCA VAKSINASI COVID-19

Authors

  • Cucu Sumiyati Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Banten

Keywords:

Citra Tubuh

Abstract

Pandemi COVID-19 ini berdampak multidimensi pada berbagai aspek kehidupan. Pada lansia khususnya, dan umumnya menghadapi risiko yang signifikan terkena COVID-19, dari data WHO lebih dari 95% kematian terjadi pada usia lebih dari 60 tahun atau lebih, dan lebih dari 50% pada berusia 80 tahun atau lebih. Sebanyak 8 dari 10 kematian terjadi pada individu dengan setidaknya mempunyai satu komorbiditas, dengan penyakit kardiovaskular, hipertensi dan diabetes, tetapi juga dengan berbagai kondisi kronis lainnya. Data umumnya disajikan secara total, tidak terpilah menurut jenis kelamin dan umur. Sebagai gambaran dapat dilihat data per tanggal 23 April 2020. Dari 6.714 orang yang terkonfirmasi positif, laki-laki (59,1%) dibanding perempuan (40,9%). Urutan sesuai usia, sebagai berikut: 18-65 tahun (5.757), 65 tahun ke atas (731 orang), 5-17 tahun (175 orang), dan 0-4 tahun (51 orang). Uji coba vaksin COVID-19 harus menunjukkan bukti khasiat vaksin dalam hal perlindungan terhadap penyakit. Mereka juga harus mengevalusi durasi perlindungan dengan menyediakan tindak lanjut buta terhadap vaksin dan grup placebo, bahkan jika ada bukti manfaat jangka pendek. WHO merekomendasikan bahwa vaksin menunjukkan perkiraan pengurangan risiko setidaknya 50%, dengan akurasi yang cukup untuk menyimpulkan bahwa khasiat vaksin sebenarnya di atas 30%. Hal ini karena vaksin dengan manfaat 50% dapat secara memadai mengurangi insiden Covid-19 pada mereka yang divaksinasi, meskipun khasiatnya jauh di atas 50% lebih baik.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2021-07-25

How to Cite

TINJAUAN LITERATUR PANDANGAN LANSIA TERHADAP PELAKSANAAN PROKES PASCA VAKSINASI COVID-19. (2021). JURNAL KESEHATAN, 7(1), 100-109. https://journal.stikesbanten.ac.id/index.php/Kesehatan/article/view/155