Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pengetahuan Ibu Nifas Tentang Perawatan Tali Pusat Bayi Di Rsu Kab.Tangerang Tahun 2017
Keywords:
Pengetahuan, perawatan tali pusat bayiAbstract
Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2015 kematian neonatal yang diakibatkan oleh tetanus neonatorum, di Asia Tenggara sebanyak 581 bayi. Kasus Tetanus neonatorum di Indonesia Tahun 2014 terdapat 84 bayi Salah satu penyebab infeksi tetanus neonatorum kurangnya pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat bayi di RSU Kab. Tangerang tahun 2017. Desain penelitian cross sectional. Tehnik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling, didapatkan responden sebanyak 63 orang ibu nifas, alat pengukur data menggunakan kuesioner, analisis data univariat dan bivariat. Analisis univariat diperoleh, Pengetahuan baik sebanyak 27 orang (42,9%), pengetahuan kurang sebanyak 36 orang (57,1%).Umur ibu yang ≤ 35 tahun sebanyak 65,1%, ibu nifas tidak bekerja sebanyak 63,5%, multipra sebanyak 65,1%, keluarga responden yang tidak mendukung sebanyak 57,1%. Hasil analisis bivariat diperoleh p-value umur (0,00) nilai OR 7,273 (2,268 – 23,320), pekerjaan (0,01) nilai OR 6,026 (1,952- 18,602), paritas (0,01) nilai OR 8,941 (2,279 -35,081), dukungan keluarga (0,04) nilai OR 4,900 (1,593 – 15,070) memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat di RSU Kab.Tangerang.
Kata Kunci: Pengetahuan, perawatan tali pusat bayi
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0