Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Onset Pengeluaran ASI Pada Ibu Post Partum Sectio Caesarea
Keywords:
Onset pengeluaran ASI, Ibu Post Partum Sectio Caesaria, Pijat OksitosinAbstract
Tidak keluarnya ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan menjadi salah satu penyebab tidak terwujudnya pemberian ASI ekslusif. Terlambatnya pengeluaran ASI dapat disebabkan oleh terhambatnya sekresi oksitosin yang sangat berperan dalam kelancaran pengeluaran ASI. Pijat oksitosin merupakan salah satu cara yang efektif untuk merangsang sekresi oksitosin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran ASI pada ibu bersalin. Peneliti menggunakan rancangan Post Test Only with Contol Group. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah Nonprobality Sampling dengan Consecutive Sampling. Sampel berjumlah 40 ibu post partum sectio caesarea yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 orang kelompok intervensi yang diberikan pijat oksitosin dan 20 orang kelompok kontrol yang tidak diberikan pijat oksitosin. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan data dianalisa dengan uji fisher exact test (tingkat kemaknaan 0.05). Hasil uji fisher exact test menunjukkan didapatkan nilai p value 0,111 yang berarti p>(0,05) yang artinya bahwa tidak ada pengaruh signifikan onset pengeluaran ASI antara ibu post partum SC yang diberikan pijat oksitosin dan yang tidak diberikan pijat oksitosin.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
1. Hak cipta pada artikel apa pun dipegang oleh penulis.
2. Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang secara simultan dilisensikan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk berbagi karya dengan pengakuan kepengarangan karya dan publikasi awal dalam jurnal ini.
3. Penulis dapat membuat perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awalnya di jurnal ini.
4. Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting pekerjaan mereka secara online (mis., Dalam repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena dapat menyebabkan pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan. 5.Artikel dan semua materi yang diterbitkan terkait didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0